Kamis, 04 September 2014

suara hati



Sahabat dan cinta
Banyak orang beranggapan klo kita utuh dua orang terseut, karna keduanya sama-sam penting bagi kita. Namun sku diharuskan untuk memilih diantara keduanya, akupun lebih memilih sahabat, sebab yang aku rasa cinta tak hanya bahagia namun juga derita dan siksa. Berbeda dengan sahabat , mereka adalah kesetiaan dan dalam indahnya kebersamaan, ahkan sahabat tetap hadir dengan keceriaan saat cinta telah menyiksa
Beberapa hari yang lalu aku genap berusia tujuh belas tahun, tak terasa aku telah dewasa, dalam usiaku yang ketujuh belas aku mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dalam hidupku, tepat pada hari yang sepatutnya aku bahagia. Aku sadari akan makna cinta dan persahabatan yang sebenarnya. Waktu itu aku tak tau kenapa aku sangat bersemangat untuk menjelajahi dunia mayasebab aku pengin tau siapa saja yang hadir pada hari ulang tahunhku, aku buka akunku ternyata benar akunku telah dipenuhi dengan ucapan ulang tahun kepadaku.
Aku buka satu persatupesan yang aku terima, sampai padapesan yang buat aku terkejut yaitupesan dari kekasihku. Sekejappun kebahagiaan yang aku rasa erhenti egitu saja, lantaran bukan ucapan ulang tahun yang aku terima,malah surat permohonan diri dari statusnya sebagai kekasihku. Dia katakana tidak bias melanjutkan huungan denganku lantaran dia lebih memilih sahabatnya. Karna sahabat lebih erharga dalam hidupnya.
Pada waktu itu aku ingat akan saat-saat baru mengenal dia. Waktu dimana cinta mulai ada lewat sebuah indahya jalinan persahabatan. Engan lapang dada akupun tanda tangani surat pengunduran dirinya dan akupun mengim balik surat itu beserta surat permohonan diri jika kita sksn tetap bersahabat, karna yang aku tau baginya sahabat adalah hal yang sangat penting dibandingkan dengan cinta.
Diusiaku yang ke tujuh belas begitu special bagiku dan tak bias untuk terlupakan. Satu persatu kado itu aku buka, meski sebatas kado via inbox. Sejarah baru dalam hidupku diusia yang ketujuh belas ini adalah waktu dimana pertama kali ada orang yang mengucapkan selamat di ulang tahunku. Mulai dari pacar yang menghadiahkanku sepucuk surat pengunduran diri sampai sahabat yang hadir dengan do’a untukku.
Tak terasa waktu telah lama aku habisan di dunia maya, aku putuskan berhenti dan pulang. Masih dalam perasaan yang kacau antara derita dan bahagia. Aku terus ayunkan kakiku menuju kamar pondokku. Aku merasa lemas dan tak percaya akan perasaan yang sedang aku rasa saat ini.
Suasana kamar begitu senyap, hanya dengkuran teman-teman ku yang sedang tidur. Dipojok kamar salah satu temanku berkata jika tadi ada temenku yang dari pondok gedek mengantarkan kado yang katanya dari sahabatku dirumah. Akupun kaget, masih melintas diingatanku akan seseorang yang mengirimkan itu antara cinta dan sahabat.
Akupun tak sabar untuk mengetahui secara jelas pengirim kado itu. Aku ambil kado yang telah di letakkan dilemari. Ternyata kadonya ada dua. Aku masih berharap jika yang dua itu dari sahaat dan cinta.
Aku baca tulisan yang ada dipojok atas kado terseut “for Abdullah ro’is , from sahabatmu”. Aku sudah tau siapa pengirim kado itu. Aku sudah sangat mengenal akan tulisan yamg memang dari sahabat terbaikku. Kado yang berisikan sepucuk surat yang kurasa tak perlu untuk aku uraikan dalam cerita ini.
Aku ambil kado yang kedua, kado yang lebih besar dari yang sebelunnya. Aku cari identitas pengirimnya dengan rasa tetap mengharap, yang aku temukan hanya kalimat “for Abdullah ro’is”. sekali lagi aku kenal tulisan itu, tulisan yang masih sama dengan sebelunnya, yang ternyatadari orang yang sama yaitu sahabatku. Aku buka kado itu dan aku temukan kebahagiaan dalam kado yang kedua. Disanalah aku temukan akan arti persahabatan yang sebenarnya. Kado yang hanya berisi buku gambar dengan kenangan waktu kita masih bersama. Hal yang telah mampu mengobatiku dari derita cinta. Dan memberiku kesadaran betapa tak berartinya kita tanpa sahabat. Begitulah saat cinta yang diharapkan tak jua dating sahabat dating dengan sebuah kebahagiaan.
Begitulah seorang hamba memaknai akan arti cinta dan sahabat.
Terimakasih buat cinta yang telah menyadarkan aku akan lebih pentingnya seorang sahabat disbanding cinta. Dan buat sahaatku terimakasih atas kebahagiaan yang kau berikan saat aku membutuhkannya.